Pin It

12 June 2017

Cara Mengetahui Kanker Serviks Sejak Dini

Infokami.Net - Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker terganas nomor dua yang menyerang kaum wanita. Sayangnya, masih banyak wanita, khususnya di Indonesia, yang tidak rutin memeriksakan kesehatannya. Kementerian Kesehatan (Kemkes) pun menganjurkan masyarakat, khususnya perempuan, untuk melakukan deteksi dini kanker serviks atau leher rahim dan kanker payudara untuk mencegah angka kesakitan dan kematian.


Kanker serviks yang merenggut nyawa Julia Perez alias Jupe bisa menjangkiti siapa saja. Deteksi dini diperlukan untuk mencegah kematian akibat penanganan yang terlambat. "Semua perempuan yang secara seksual sudah aktif, harus melakukan deteksi dini," pesan Dr Nurdadi Saleh, SpOG dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

Deteksi dini, menurut dr Nurdadi dilakukan antara lain dengan pulasan asam asetat. Beberapa orang menyebutnya IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), yang sering diplesetkan menjadi 'Intip Vagina Anda'. Bisa juga dengan teknik lain yaitu pap smear. Menurut dr Nurdadi, deteksi dini sebaiknya dilakukan setahun sekali. Semakin dini kanker serviks terdeteksi, maka peluang kesembuhan akan semakin besar. Celakanya, sebagian besar pengidap kanker serviks datang ketika sudah stadium lanjut.

Pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari perilaku seks berisiko. Anjuran paling utama adalah setia dengan pasangan masing-masing, dan jika memang diperlukan maka proteksi menggunakan kondom bisa mengurangi risiko penularan HPV (Human Papilloma Virus) penyebab kanker serviks. Tidak kalah pentingnya, dr Nurdadi mengingatkan bahwa infeksi HPV bisa dicegah dengan vaksinasi. Usia remaja paling ideal untuk vaksinasi, karena butuh waktu sekitar 5 tahun sejak penyuntikan hingga benar-benar terlindungi dari infeksi HPV.

Deteksi Kanker Serviks Dengan Pap Smear

Pap smear merupakan sebuah tes yang dapat memeriksa keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Dengan pemeriksaan rutin, perubahan sel-sel yang mungkin bisa berkembang menjadi kanker atau sudah menjadi kanker bisa terdeteksi.

Prosedur Pemeriksaan Kanker Serviks

Untuk memeriksa kanker serviks, dokter menggunakan alat bernama spekulum yang dimasukkan ke dalam mulut vagina. Alat ini bisa memperluas lapang pandang dengan membuka mulut vagina sehingga area serviks dan vagina bisa diperiksa lebih teliti. Setelah itu, sampel sel-sel pada serviks akan diambil memakai spatula (seperti sendok kecil bertangkai panjang) plastik dan sikat kecil. Sel-sel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk diuji.

Tes ini biasanya memakan waktu sekitar lima menit. Selama prosedur, Anda tidak perlu tegang karena kebanyakan wanita tidak merasakan rasa sakit saat melakukan pap smear.

Saat melakukan pap smear, dokter bisa juga mengkombinasikannya dengan tes human papilloma virus (HPV), khususnya buat wanita berusia 30 tahun ke atas. HPV adalah sebuah virus yang menyebabkan infeksi menular seksual, yang dapat menyebabkan kanker serviks pada beberapa wanita.

Agar mendapat hasil tes pap smear seakurat mungkin, sebaiknya hindari berhubungan seksual, membersihkan vagina, dan memakai krim vagina selama 2 hari sebelum tes dilakukan.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email