Pin It

29 January 2017

Ini Aturan Yang Melarang Leasing Dan Debt Collector Menarik Motor Di Jalan

Infokami.Net - Akhir-akhir ini sering terjadi debt Collector merampas motor di tengah jalan dengan mengatasnamakan leasing. Nah kali ini Infokami.Net akan berbagi info mengenai prosedur penarikan motor yang gagal bayar. Bank Indonesia dalam Surat Edaran BI No. 15/40/DKMP tanggal 23 September 2013 telah mengatur mengenai kredit kendaraan bermotor. Bank Indonesia menjelaskan bahwa minimal uang muka atau DP untuk kredit kendaraan bermotor melalui bank adalah 25% untuk roda 2 dan 30% untuk kendaraan roda 3 atau lebih untuk tujuan nonproduktif serta 20% untuk roda 3 atau lebih untuk keperluan produktif.


Selain aturan diatas, Kementerian Keuangan juga telah mengeluarkan peraturan yang melarang leasing atau perusahaan pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yang dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012.

Menurut Undang² No 42 Tahun 1999, fidusia adalah suatu proses mengalihkan hak milik atas suatu benda dengan dasar kepercayaan, tapi benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yang mengalihkan. Fidusia pada umumnya dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan bermotor. Maka kita sebagai debitur diwajibkan membayar biaya jaminan fidusia tersebut. Dan pihak leasing wajib mendaftarkan setiap transaksi kredit di depan notaris atas perjanjian fidusia.

Jadi perjanjian fidusia ini melindungi aset konsumen karena leasing tidak bisa serta merta menarik kendaraan yang gagal bayar karena adanya perjanjian fidusia. Alur yang seharusnya terjadi adalah pihak leasing melaporkan ke pengadilan terlebih dahulu sehingga kasus tersebut akan disidangkan & pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan Anda. Kemudian kendaraan Anda akan dilelang oleh pengadilan & uang hasil penjualan kendaraan melalui lelang tersebut akan digunakan untuk membayar utang kredit Anda ke perusahaan leasing. Dan bila kemudian ada uang sisa maka uang sisanya akan diberikan kepada Anda.

Bagaimana Jika Anda Gagal Bayar Dan Kendaraan Akan Di Sita Leasing?

Jika kendaraan anda akan ditarik leasing, mintalah surat perjanjian fidusia dan sebelum ada surat fidusia tersebut jangan bolehkan debt collector membawa kendaraan anda. Dan apabila mereka membawa surat fidusia yang ternyata adalah palsu silakan anda bawa ke hukum, maka pihak leasing akan didenda minimal Rp 1,5 milyar.

Tindakan Leasing melalui Debt Collector atau Mata elang yang mengambil secara paksa kendaraan dirumah, merupakan tindak pidana Pencurian. Jika pengambilan dilakukan dijalan, merupakan tindak pidana Perampasan. Mereka bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3 & 4.

Semoga artikel ini bermanfaat dan
silahlan share atau sebarkan untuk menghentikan tindakan semena-mena dari Debt Kolektor. Mari kita tertib hukum serta hargai hukum dan menjadi masyarakat yang cerdas.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email