Pin It

17 January 2017

Cara Terbaik Terhindar Dari Kejahatan Phishing

Infokami.Net - Salah satu bentuk kejahatan internet ialah phishing. Apa itu phishing? Phishing adalah cara penipuan untuk mendapatkan informasi akun korban melalui cara yang tidak sah, seperti melalui website tiruan maupun pop-up yang menyerupai website resmi perusahaan (misal paypal, ebay, dll). Ada banyak cara pelaku phishing mengelabuhi korban. Dua teknik yang kerap digunakan adalah email phishing dan phishing website. Dalam artikel ini kami akan membahas seluk-beluk phishing dan tips agar Anda terhindar dari penipuan online menggunakan metode ini.


Kasus Phishing di Dunia

Dalam skala global, kasus phishing marak terjadi. Data yang dihimpun Anti Phishing Working Group (APWG) menunjukkan bahwa jumlah kasus phishing mengalami peningkatan pada periode Oktober 2015 – Maret 2016. Puncaknya terjadi di bulan Maret 2016. Terdapat 123.555 kasus phishing yang telah dilaporkan. Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa angka penipuan online meningkat pada bulan Desember berikut aksi spamming melalui email. Alasan terjadinya peningkatan dalam periode ini adalah ramainya aktivitas belanja online pada musim liburan, yang kemudian terus berlanjut hingga awal 2016.

Perusahaan di bidang keuangan dan jasa ePayment menjadi target phising terbanyak, yakni sebanyak 21% dan 20% berturut-turut. Mengikuti di belakangnya adalah jasa Social Networking sebanyak 19% dan layanan email sebanyak 17%.

Dunia perbankan nasional pernah digegerkan dengan kasus phishing pada tahun 2001. Seseorang berinisial SH membeli domain ‘plesetan’ yang mirip dengan domain resmi BCA http://www.klikbca.com/ seperti kilkbca.com, clikbca.com, klickbca.com dan klikbac.com. Banyak korban terjebak situs gadungan buatan SH ini. Sekilas, situs buatannya memiliki tampilan yang sama dan terlihat seperti asli. Hanya saja, korban memasukkan User ID dan PIN ke dalam database milik SH dan bukan login ke akun BCA mereka. Ia pun dapat dengan leluasa mengakses akun korban berbekal informasi akun ini.

Anda dapat melihat bahwa kini para pelaku phishing menggunakan metode yang lebih canggih. Selain menggunakan “fake login” yang hanya mengandalkan username dan password, pelaku menggunakan metode lain bernama sinkronisasi akun. Nasabah diminta memasukkan nomer token asli di pop-up yang telah disiapkan agar si pelaku dapat mengambil saldo korban dengan leluasa. Kasus ini dilaporkan setelah terdapat pengguna bank BCA yang mengaku kehilangan dana sebesar Rp 13 juta.

Kasus website phishing lain juga pernah menimpa Danamon Online dan Tokopedia. Seperti kasus BCA sebelumnya, pelaku membuat website palsu yang mirip dengan nama aslinya. http://infotokopedia.pe.hu/ http://danamonline.hol.es/registrasi/logins.htm

Beberapa contoh di atas menggambarkan bahwa kejahatan di internet selalu mengintai Anda. Jika Anda tidak berhati-hati, bukan tidak mungkin Anda adalah korban berikutnya.

Bagaimana Cara Terbaik Mengatasi Phishing?

Kami memiliki tips yang bisa Anda terapkan dengan mudah agar terhindar dari phishing.

1. Amankan browser Anda
Mulailah dari set kemanan di browser Anda.

2. Instal ekstensi keamanan pada browser. Ekstensi seperti Netcraft Extension berfungsi untuk mengidentifikasi website berbahaya.

3. Waspada terhadap email yang mengarahkan Anda ke website palsu dan meminta login akun. Cek dan cermati email pengirim, pastikan email pengirim sesuai email resmi.

4. Berhati-hatilah terhadap pop-up ketika Anda sedang mengakses halaman tertentu. Terlebih jika pop-up tersebut meminta akses login atau informasi pribadi seperti token, nomor kartu kredit, dan lain-lain.

5. Pastikan Anda mengetahui dan mengakses website asli akun yang Anda miliki. Pada address bar website resmi biasanya terdapat icon kunci dan keterangan SSL Certificate yang valid. Website resmi biasanya menggunakan fitur keamanan SSL. Layanan keamanan SSL ini diperlukan untuk validasi keaslian website dan keamanan transaksi, juga meningkatkan kepercayaan pengguna.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email