Pin It

25 September 2016

Terowongan Ein Hashlosha, Terowongan Palestina Paling Ditakuti Israel Di Jalur Gaza

InfoKami.Net - Info Kami kali ini adalah Terowongan Ein Hashlosha, Terowongan Palestina Paling Ditakuti Israel Di Jalur Gaza. Terowongan di Gaza, semula menjadi imajinasi para pejabat Israel sejak tahun 2006, ketika militan Hamas menculik seorang tentara Israel. Tapi, kini terowongan itu bukan lagi imajinasi dan benar-benar nyata. Banyak ahli di Israel semula meragukan perjuangan para militan di Gaza dengan mengandalkan terowongan. Tapi, mereka kini mulai pikir-pikir untuk meremehkan militan Gaza melalui terowongan itu. ”Ini membawa kita sedikit ke masa kecil, seperti dongeng dari setan,” kata Eyal Brandeis, 50, seorang ilmuwan politik yang tinggal di Kibbutz Sufa, satu mil dari tempat 13 militan yang muncul dari terowongan saat fajar pada 17 Juli 2014 lalu.


Ketika itu, dalam sebuah perang darat, seorang perwira militer Israel, Letnan Kolonel Oshik Azulai, kaget sekaligus takut. Dia melihat terowongan gelap gulit di perbatasan Jalur Gaza Palestina. Dalamnya, sekitar 46 meter. Ponsel, katanya, tidak bisa aktif di dalam terowongan itu. Kolonel Azulai, yang menjabat sebagai Wakil Komandan Divisi Gaza Selatan Militer Israel itu, menceritakan terowongan yang dia jumpai membentang ke wilayah Israel. Bentuknya mirip seperti bentuk semangka.

Melalui salah satu terowongan itulah, banyak militan Gaza menyusup ke Israel dan membunuh sejumlah tentara Zionis. Sejumlah terowongan itu pula yang membuat warga dan pejabat Israel ketakutan, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu seperti dikutip dari New York Times.

Pihak militer Israel mengatakan, setidaknya sudah lebih dari 70 terowongan ditemukan. Salah satu terowongan yang dianggap menakutkan adalah terowongan Ein Hashlosha. Di mana, melalui terowongan itu terdapat air, kerupuk; sekaligus granat roket dan senapan otomatis.

Ada juga kamar kecil untuk tidur atau bersembunyi. Selain itu terdapat pula borgol plastik, seragam tentara Israel. ”Itu salah satu terowongan yang sangat baik,” kata Kolonel Azulai. ”Ini seperti kereta bawah tanah, di bawah tanah Gaza.”

Ahli Israel mengatakan untuk membantun setiap terowongan akan memakan waktu hingga satu tahun dan biaya hingga USD2 juta. Bahkan untuk membuatnya butuh puluhan penggali yang bekerja dengan tangan dan dengan alat-alat listrik kecil. Militer Israel, kata Azulai, telah mengetahui tentang cerita terowongan itu sejak 2003. Tapi, para tentara Israel baru kaget setelah mengetahui ada kecanggihan yang mereka temukan.


”Sebagian besar alat, tepatnya alat fisik, tidak bekerja di bawah tanah. Itu sangat terbatas,” kata Brigjen. Jenderal Shimon Daniel, yang memimpin korps zeni tempur Israel 2003-2007. ”Ini adalah paradoks. Ini bukan hal mudah. Ini lebih sulit (dari yang dibayangkan).”

Pakar teknologi militer Israel menegaskan, teknologi penggalian HAMAS yang membuat terowongan-terowongan ke Gaza melalui perbatasan dengan Mesir sangat canggih. Hal ini terlihat dari beberapa hal:

1. Besarnya terowongan yang cukup untuk berdiri tegak seorang pria dewasa, menggambarkan terowongan dibuat dengan strategi dan keseriusan.

2. Beton yang dibuatuntuk menahan pasir di atas terowongan agar tidak ambruk, berteknologi tinggi walau dikerjakan secara manual. Hal yang hanya bisa dilakukan manusia-manusia tempo dulu, seperti para pembuat Pyramida di Mesir.

3. Jalur-jalur terowongan ibarat labirin, dimana hanya para pejuang HAMAS atau yang seizinnya yang dapat melalui terowongn. Hal ini yang membuat keanehan Israel terjawab. Bagaimana embargo ekonomi dan senjata, tidak mampu melemahkan HAMAS di jalur Gaza.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email