Pin It

19 July 2016

Mutmainnah, Anak Sopir Angkot Dari Lombok Timur Kuliah Gratis Di UGM Dengan Beasiswa Bidik Misi

Rasa bangga dan bahagia kini menyelimuti Mutmainnah. Bagaimana tidak, gadis kelahiran 9 November 1997 itu berhasil mewujudkan mimpinya menjadi calon apoteker di Universitas Gadjah Mada (UGM). Diterima di Fakultas Farmasi UGM merupakan prestasi yang patut disyukuri oleh sulung dari tiga bersaudara itu. Pasalnya sang ayah, Mawardi, yang menjadi tulang punggung keluarga berprofesi sebagai sopir angkot panggilan dengan penghasilan tidak lebih dari Rp50 ribu per hari. Jangankan untuk sekolah tinggi, membiayai kebutuhan sehari-hari pun sudah sangat pas-pasan.


"Alhamdulillah, saya hanya bisa berucap syukur. Keinginan anak ingin kuliah akhirnya bisa terwujud," ucap Mawardi, seperti dinukil dari laman resmi UGM, Selasa (19/7/2016).

Memiliki tiga anak yang sedang menempuh pendidikan, diakui cukup berat bagi warga Kampung Baru, Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, itu. Sehingga untuk mencari penghasilan tambahan, Mawardi harus melakoni kerja sampingan sebagai juru parkir. Oleh karena itu, diterimanya Mutmainnah di UGM menjadi kado terindah untuk keluarganya.

"Akhirnya jadi banyak yang tidak memandang kami sebelah mata lagi, anak seorang sopir angkot bisa diterima kuliah di UGM. Roda kehidupan terus berjalan, ada di bawah dan ada saatnya berputar ke atas," ujar suami dari Mahinun itu.

Berkat prestasi akademis sang putri yang mumpuni, Mawardi tak perlu memikirkan biaya kuliah lagi. Sebab, gadis yang akrab disapa Iin itu akan kuliah gratis sampai lulus melalui beasiswa bidikmisi dari pemerintah. Mawadi juga bersyukur lantaran kerabat, tetangga, dan teman-temannya mendukung kelancaran putrinya berangkat ke Yogyakarta untuk mengurus berkas-berkas kelengkapan masuk UGM.

"Saya ingin anak-anak berilmu, jangan seperti saya nasibnya. Harapannya bisa lebih baik hidupnya dan menjadi orang sukses bisa membantu adik-adiknya dan membanggakan orangtua," sebutnya.

Iin sendiri mengungkapkan tidak pernah terbayang bisa kuliah di UGM. Selama ini dia hanya bermodal semangat untuk menjadi yang terbaik saat bersekolah. Terbukti, sejak SD hingga SMA posisi tiga besar tidak pernah lepas dari genggamannya. Tidak hanya itu, saat SMA Iin juga sempat menjadi wakil sekolah dalam olimpiade kimia dan olimpiade biologi di tingkat kabupaten.

"Sangat senang sekali bisa diterima kuliah di UGM. Semua tidak lepas dari doa dan dukungan orangtua," terang Iin.

Alumnus SMAN 1 Masbagik tersebut berharap nantinya dapat menjadi seorang apoteker andal yang mampu membantu masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Menurut dia, di daerahnya tinggal masih sangat minim tenaga di bidang kesehatan maupun kefarmasian. "Selepas lulus ingin balik ke kampung, mengabdi di sini," tutupnya.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email