Pin It

19 July 2016

Deny Hermawan, Anak Petani Peraih Beasiswa Bidikmisi UGM

Keadaan ekonomi bukan menjadi penghalang seseorang untuk tidak melanjutkan kuliah. Hal ini dibuktikan oleh Deny Hermawan. Meski hanya anak seorang buruh tani, dengan tekad kuat dan kegigihan, Deny berhasil diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan. Bungsu dari empat bersaudara ini masuk UGM melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016.


Tak mau membebani kedua orangtuanya, Deny pun mendaftar bidikmisi dan lolos. Alhasil dia mendapat biaya uang kuliah tunggal (UKT) nol rupiah alias gratis. "Waktu itu saya buka pengumuman di sekolah sama teman-teman yang lain, terus ada tulisan, ‘Selamat Anda diterima jalur SNMPTN’. Saya benar-benar tidak menyangka bisa diterima di UGM. Dan waktu pengumuman UKT, ternyata UKT saya nol," tuturnya disitat dari laman UGM, Senin (27/6/2016).

Keterbatasan ekonomi membuat orangtua Deny berharap jika selepas lulus SMA anaknya tidak usah melanjutkan kuliah dan langsung bekerja saja. Sebab, ketiga kakaknya kini juga tengah merantau ke luar kota bersama keluarganya masing-masing. "Sebelumnya sudah saya suruh berhenti, sampai SMA saja. Bapak sudah tidak kuat menyekolahkan kalau mau lanjut lagi. Ternyata bisa diterima bidikmisi, saya sangat berterima kasih," ujar sang ayah, Suwarno.

Warga Desa Gunungan, Manyaran, Kabupaten Wonogiri itu mengungkapkan, kagum dengan semangat dan kegigihan putranya dalam menuntut ilmu. Menurut Suwarno, semasa sekolah prestasi Deny sangat membanggakan. "Nilainya selalu baik dan dia juga mewakili sekolahnya di berbagai kompetisi. Tirakatnya juga baik, tidak seperti pemuda lain yang kelakuannya tidak jelas," ucapnya bangga.

Setelah diterima sebagai mahasiswa UGM, Deny berharap dapat memanfaatkan ilmunya dengan baik untuk membantu orangtuanya. Tidak hanya itu, dia juga memiliki tekad untuk dapat memajukan industri peternakan Indonesia, termasuk mengembangkan potensi yang ada di desanya. "Saat ini banyak daging-daging impor, jadi saya ingin mendorong produksi daging lokal. Kalau sudah lulus nanti, saya ingin mengembangkan produksi peternakan khususnya di Desa Gunungan ini, supaya bisa jadi ikon peternakan," tandas siswa yang pernah menerima beasiswa Program Indonesia Pintar tersebut.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email