Pin It

21 May 2016

Wanita Pengemudi Truck Asal Indonesia Di Amerika Ini Peraih Safety Driving Award

Sebelumnya tak pernah terbersit dibenak Ailan Marshall menjadi seorang supir truk. Maklum pekerjaan jenis ini tergolong keras, hanya cocok untuk laki-laki. Tapi tidak bagi Ailan, ia adalah satu-satunya supir truk wanita asal Indonesia di Amerika. Bukan itu saja, usianya yang 50 tahun pun bukan sebuah halangan. Ketika datang ke Amerika tahun 2000, ia bekerja di sebuah restoran di Los
Angeles. Di sana ia berkenalan dengan pria yang sekarang menjadi suaminya, seorang mantan pilot, Lanny Marshall. Cerita bagaimana ia kemudian berprofesi di belakang kemudi truk, tak luput dari keinginannya berbakti kepada suami. Tahun 2000, setelah pensiun sebagai pilot, Lanny membeli sebuah truk untuk menjalankan bisnis mengantar barang. 


Awalnya Lanny bekerja sendirian, tapi sebagai istri yang setia, Ailan ingin sekali membantu suaminya, “Saya ingin menemaninya, apalagi dia sudah berumur dan punya penyakit, saya khawatir
jika ia menempuh ribuan mil sendirian,” kata Ailan. “Lagipula saya juga tidak bekerja, jadi lebih baik ikut membantu suami mencari nafkah,” Sementara melarang Lanny menjalankan bisnis ini juga tak mungkin. Alhasil dia pun mengambil kursus mengemudi truk selama dua minggu. 


Meski sudah punya ijin mengemudi mobil, Ailan mengaku sedikit grogi saat pertama kali latihan mengemudikan truk. “Ini bukan perkara mudah lantaran bentuknya yang besar dan panjang,” ujar Ailan. Tapi Ailan akhirnya lulus dengan baik, tanpa harus mengulang. Keputusan Ailan menjadi supir
truk didukung keluarganya yang lain, termasuk oleh anaknya yang saat ini masih berada Jakarta,
“Anak-anak saya sudah besar, jadi mereka sudah mengerti dan mendukung saya,” imbuhnya. Selain itu ia tak merasa khawatir dibilang pekerja kasar, pasalnya di Amerika sudah tidak ada lagi perbedaan
antara pekerjaan lelaki atau wanita. Pokoknya, Ailan merasa senang dengan pekerjaan barunya itu, “Saya bisa jalan-jalan berduan bersama suami,” katanya sambil tersenyum. 

Perjalanan Pertama Ke New York

Ailan bersama suaminya tergabung dalam SWIFT Transportation Coorporation, sebuah perusahaan jasa transportasi truk terbesar di Amerika. Perusahaan ini langganan klien-klien besar seperti Fedex, Kellogs, Quaker, dan Walmart. Order pertama pasangan Lenny-Ailan adalah mengirim barang ke New York yang ditempuh selama lima hari perjalanan dari Los Angeles. Selama perjalanan, Ailan dan suaminya bergantian menyetir selama sebelas jam per hari dengan kecepatan maksimal 55 km per jam. “Kami dipantau oleh kantor pusat Swift, jadi tak boleh ngebut, ataupun telat,” Ailan mengaku sangat menikmati perjalanan pertamanya. Ia banyak melihat hal baru sepanjang perjalanan. “Saya juga akhirnya jadi banyak berkenalan dengan sesama supir truk,” katanya. Soal istirahat, ia tak perlu khawatir, karena truk miliknya dilengkapi aneka fasilitas termasuk kasur tidur. Dia menceritakan perjalanan itu begitu menyenangkan, tapi begitu sampai kota New York, ia harus berhati-hati, “Soalnya banyak jalan sempit, otomatis saya harus waspada,” ucapnya. 

Ailan mengaku sangat berhati-hati mengemudikan truk, “Karena truk ini membutuhkan jarak sedikitnya 300 kaki untuk bisa benar-benar berhenti saat sedang melaju, jadi saya selalu waspada dengan mobil-mobil yang mogok atau parkir di bahu jalan,” ujarnya. Selama lima tahun suaminya menjalani bisnis ini, Ailan dan suaminya menyusuri ribuan mil, mendatangi 43 negara bagian, dan memiliki segudang pengalaman berkendara. “Pokoknya mengukur jalanan Amerika setiap hari,” katanya.

Dari segi penghasilan juga lumayan. ia bisa mengantungi keuntungan ribuan dollar per bulan setelah dipotong bensin dan makan. Dalam seminggu minimal ia dapat satu kali order. “Lama perjalanan tergantung pesanan, kalau Fedex biasanya selalu ingin cepat, tapi ongkosnyanya juga lumayan,” kata Ailan.

Ailan pernah bertemu dengan dua pria supir truk asal Indonesia di sebuah kota, “Saya surprise sekali bertemu mereka, ternyata ada juga orang Indonesia, bukan cuma saya saja,’ katanya sembari tertawa. Sayang, Ailan belum pernah ketemu dengan supir truk wanita dari Indonesia seperti dirinya. 

Meraih Safety Driving Award

Menjadi supir truk selama lima tahun, Ailan tak pernah ditilang, atau kecelakaan. Catatan perjalanannya sungguh mulus. Karenanya ia dianugerahi penghargaan “Safety Driving Award” bulan Agustus kemarin oleh SWIFT Transportation Coorporation. 


“Saya senang mendapat penghargaan ini, ini tanda mereka menghargai cara kerja kami,” kata Ailan bangga. Dengan catatan tak pernah ditilang atau kecelakaan, Ailan dan suaminya memang pantas mendapatkannya. Penghargaan ini semakin meyakinkan dirinya, bahwa apa yang ia lakukan sekarang memiliki arti yang sepadan. Setidaknya, untuk dirinya dan suami. 

Ditanya sampai kapan ingin menjadi supir truk, Ailan menjawab, “Paling tidak sampai lima tahun lagi sampai suami pensiun, setelah itu saya akan kembali ke Indonesia,” kata Ailan yang saat dihubungi via telepon sedang berada di Reno, Nevada. 

Sumber: KabariNews
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email