Pin It

21 May 2016

Wanita Ini Sanggup Mengemudikan Haul Truck Bermuatan 240 Ton Di Pertambangan

Haul truk,Truk dengan ukuran panjang sembilan meter dan lebar tujuh meter dan mampu mengangkut 240 ton tentu sangat jauh dari kesan feminim. Namun, bukan berarti kaum hawa tak bisa mengendalikannya. Dari balik kemudi 80 truk jumbo seri 793C, terdapat beberapa di antaranya adalah wanita. Gelegar suara mesin alat berat menderu di sekitar sumur tambang milik PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) di Batu Hijau Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Truk raksasa atau haul truck hilir mudik mengangkut pecahan batuan dari dalam sumur yang berdiameter 2 kilometer lebih tersebut.






Beberapa menit kemudian tampak seorang operator truk raksasa turun sambil menyapa pada para wartawan. Tidak disangka, ternyata operatornya seorang wanita lembut yang murah senyum.
Wanita berjilbab kelahiran Sekongkang KSB, 7 Januari 1978 itu bernama Aisma Tutu. Sejak kecil dia tidak pernah membayangkan akan menjadi operator truk berkapasitas 240 ton. Ia mengaku tertarik mengemudikan haul truck lantaran melihat beberapa wanita lainnya lebih dulu. Di samping itu upahnya juga menggiurkan.


“Awalnya saya ragu. Tapi setelah melihat ada beberapa wanita lain juga berani bawa kendaraan ini, saya jadi penasaran. Ternyata setirannya sangat mudah. Tidak perlu mengandalkan otot, sebab peralatannya serba otomatis,” ungkap ibu dari dua orang anak ini.
Aisma bekerja sebagai pengemudi haul truck sejak  15 tahun lalu, ketika awal PT NNT berproduksi. Meski piawai mengendari truk raksasa sebesar rumah ini, Aisma mengaku tidak pernah mengemudikan mobil biasa.

Dia bersyukur, ternyata PT NNT tidak saja memberikan kesempatan pekerjaan ini kepada kaum lelaki saja, melainkan juga kepada kaum wanita. Sehari dia bekerja selama 12 jam. “Tapi dalam 12 jam itu ada istirahat makan, bisa sholat, kalau capek bisa diganti dengan operator lain,” kata Aisma.

Dia bertugas membawa pecahan batuan berdiameter rata-rata 25 cm dari lubang tambang menuju crusher. Saat hamil, para pekerja wanita dirumahkan. Meski tidak bekerja selama hamil, tapi tetap diberikan gaji pokok.

Proses training untuk mengemudi haul truck hanya dilakukan selama sebelas hari. Kendala yang dihadapi selama latihan membawa haul truk antara lain dirinya tidak bisa membawa mobil kecil. “Meski saya bisa bawa haul truck tapi tidak bisa dan memang belum pernah menyetir mobil kecil,” akunya sambil tersipu.

Di samping itu kendala lainnya adalah mengantuk saat latihan malam hari. Namun dia mengaku senang dan betah menjadi operator truk raksasa ini.  Melalui pekerjaannya ini dia bisa membawa pulang upah sekitar Rp 8 juta hingga Rp. 9 juta per bulan. “Ada gaji pokok, ada upah lembur,” ungkapnya.

Dari hasil jerih payahnya sebegai operator haul truck, dalam waktu dekat dia berencana menghajikan kedua orang tuanya. Setelah itu, giliran dirinya bersama suaminya yang juga bekerja di PTNNT berangkat menunaikan ibadah haji.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email