Pin It

15 April 2016

UMKM di Jateng Pilih KUR Berbunga Rendah

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah mulai memberikan kredit usaha bagi para pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dengan bunga rendah. Sebanyak 29 pelaku UMKM itu secara simbolik diberi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) bervariasi dengan alokasi maksimal Rp 25 juta.
Mereka juga tidak perlu jaminan ketika mengajukan plafon kredit. Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengatakan, KUR dengan bunga 7 persen telah dimulai di semua daerah di Jateng.


Sejauh ini telah ada 3.125 proposal pengajuan kredit semenjak program Mitra 25 ini diberlakukan pada 28 Maret 2016 lalu. Bank Jateng pun menyediakan alokasi KUR hingga Rp 350 Miliar. Setiap kabupaten-kota di Jateng dialokasikan sebesar Rp 10 Miliar. "Atensinya luar biasa. Saat ini sdah 3.125 permohonan, itu belum dari kelompok binaan pemerintah," kata Supriyanto, di Wonogiri, Kamis (14/4/2016).

Untuk mendapatkan kucuran kredit, lanjutnya, tidak membutuhkan waktu lama. Bank Jateng mengklaim hanya membutuhkan waktu sehari bagi sorang untuk mengurus kredit hingga cair. "Sehari sudah bisa, asal semua syaratnya lengkap. Memang ada izin dari dinas UMKM, tapi bisa juga melalui keterangan dari kelurahan dan kecamatan," tambah dia.

Kendati demikian, Bank Jateng menginginkan agar para pihak yang mengajuan kredit mempunyai tanggungjawab, karena telah diberi kemudahan-kemudahan. "Yang penting juga kejujuran dari masyarakat. Makanya fungsi pendampingan menjadi penting, agar bisa mengurangi resiko," tambah pria yang dipanggil Nano ini.

Salah seorang penerima KUR Mitra 25 asal Wonogiri, Bekti Handayani (42) mengaku bersyukur diberi kemudahan dalam pemberian kredit. Dengan uang tersebut, "Saya ngajukan Rp 25 juta disetujui 15 juta. Jangka waktunya dua tahun, angsurannya Rp 671 ribu," kata Bekti.

Pinjaman uang tersebut akan digunakan untuk mengembangkan usaha laundri yang telah digelutinya. Dia berharap agar omset usahanya meningkat pesat. "Prosesnya kurang lebih seminggu ini. Omset saja Rp 2-3 juta perbulan," tambah dia.

Alasan Gubernur Jateng Terbitkan KUR Berbunga Rendah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan alasannya memberlakukan kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga rendah bagi kepada masyarakat. Pemberlakuan itu lantaran semata-mata agar tercipta kemandirian masyarakat. “KUR 2 persen itu maksimal 2 juta. Warga bisa menjual gorengan, ketela. Itulah yang nantinya bisa menciptakan masyarakat mandiri,” kata Ganjar.

Bagi masyarakat kecil, pinjaman sebesar 2 juta dengan bunga 2 persen akan memperkuat modal untuk berdagang. Hal sama juga berlaku bagi masyarakat yang hendak memulai usaha. Sementara bagi masyarakat yang hendak meningkatkan usahanya, diberikan plafon kredit yang lebih besar. Seorang bisa meminjam maksimal 25 juta dengan bunga 7 persen setahun. “Ini agar UMKM bisa menjalankan bisnisnya dengan bagus,” tambah dia. KUR dengan bunga rendah ini telah digarap oleh Pemprov Jateng bersama Bank Jateng.

KUR tanpa jaminan itu diberi nama Mitra 25 dan Mitra 02. Pemprov Jateng sebetulnya bisa menggariskan bunga tersebut. Namun hal itu urung dilaksanakan agar masyarakat biar dididik untuk lebih bertanggungjawab. “Untuk Mitra 02 sebenarnya bisa tanpa bunga alias gratis, tapi diberi bunga agar ada tanggung jawab dari debitor,” kata dia, Senin lalu.

Sumber: Kompas
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email