Pin It

07 April 2016

Tips Dan Cara Mengobati Gigitan Ular Berbisa

Kita tentu masih ingat dengan pedangdut Irma yang tewas dipatuk ular kobra di Karawang Jawa Barat, Minggu malam 3/4/2016 lalu. Digigit ular merupakan suatu kejadian yang membuat kebanayakan orang menjadi panik. Betapa tidak, karena apabila ular yang menggigit tersebut berbisa dan tidak segera mendapat pertolongan akan berakibat fatal hingga berujung pada kematian. Jadi, jangan anggap remeh gigitan ular. Anda harus dapat mengenali gigitan ular itu berbisa atau tidak. Ular berbisa memiliki bekas luka gigitan 2 titik. Sedangkan ular yang tidak berbisa biasanya meninggalkan bekas luka gigitan berbentuk huruf U dengan jumlah luka yang banyak. Warna kulit ular berbisa biasanya terang dan mengkilap. Selain ciri-ciri tersebut gigitan ular berbisa biasanya disertai rasa nyeri dan perubahan warna pada lokasi gigitan dalam beberapa saat setelah digigit.


Jika Anda atau orang di sekitar Anda digigit ular lakukan hal-hal berikut sebagai pertolongan pertama gigitan ular kita dapat melakukan beberapa hal berikut:

1. Tenang jangan panik
2. Tidak terlalu banyak bergerak apalagi menggerakkan bagian tubuh yang kena gigitan ular
3. Sedapat mungkin mengidentifikasi jenis ular yang menggigit
4. Jangan dilukai/dirobek
5. Bila belum tersedia antibisa, ikatlah 2 ujung yang terkena gigitan. Tindakan ini kurang berguna jika dilakukan lebih dari 30 menit paska gigitan.

Ada beberapa cara untuk mengobati gigitan ular, tergantung tingkat parah atau tidaknya gigitan.

1. Ambil sesendok minyak tanah dan sesendok minyak goreng, berikan ke korban untuk meminumnya. Minyak tanah dan minyak goreng berfungsi untuk menjadi tameng bagi jantung dan organ-organ penting dalam tubuh dari serangan racun bisa ular. Racun bisa tidak akan mampu menyerang jika tubuh diberi kedua cairan tersebut.

2. Ambil segenggam garam dan masukkan ke dalam air dalam sebuah gelas besar. Aduk air garam tersebut secukupnya. Terus air garam tersebut diminumkan kepada korban. Seperti halnya minyak tanah dan minyak goreng, air garam juga berfungsi sebagai anti toxin yang bisa melindungi jantung dan organ vital dari serangan racun bisa ular.

3. Cara lain yang cukup ampuh adalah dengan cara setrum. Dengan menggunakan accu kecil yang tidak berdaya listrik tinggi, tempelkan saja kabel negatif (-) dan positif (+) ke bekas gigitan. Awas, jangan sampai daerah yang bukan gigitan ikut tersetrum. Saat proses setrum berlangsung dan racun bisa disedot oleh listrik, sang korban tidak akan mengalami rasa sakit, paling akan merasa sedikit hangat. Jika bisa sudah habis disedot oleh listrik, korban pun akan merasa kesakitan. Saat itulah, proses setrum dihentikan segera agar tidak membahayakan korban.

4. Jika gigitan sudah terjadi lama dan sudah menimbulkan borok, maka cara yang digunakan adalah dengan proses pembakaran. Ambil tanah liat basah dan tempelkan ke daerah sekeliling bekas gigitan. Hal ini untuk melindungi daerah yang tidak terkena gigitan ular. Jika sekeliling daerah gigitan sudah terlindungi oleh tanah liat, baru kemudian dilakukan proses pembakaran. Bakar secukupnya daerah gigitan. Jika bara api padam, nyalakan kembali. Saat racun bisa ular belum tuntas disedot oleh api, korban tidak akan mengalami rasa sakit atau panas. Namun jika sudah mulai proses penyedotan berlangsung, korban akan mulai mengalami rasa hangat. Ketika racun bisa ular sudah habis tersedot, korban pun akan langsung merasa kepanasan. Saat itulah, proses pembakaran dihentikan.

Terkadang cara pembakaran ini harus memakan waktu dua hari. Hal itu terjadi karena gigitan yang sudah cukup lama, sehingga proses penyedotan tidak langsung selesai satu kali. Jadi, hari pertama dilakukan proses pembakaran. Keesokan harinya, pembakaran dilakukan kembali sampai pasien betul-betul merasakan sakit sebagai pertanda bahwa racun bisa sudah habis tuntas disedot.

Setelah pertolongan pertama diatas, lebih baik segera di bawa ke klinik atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Bagaimanapun bisa ular sangat berbahaya dan harus mendapatkan pengobatan lebih intensif dari dokter.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email