Pin It

27 April 2016

Mitsubishi Akui Palsukan Data Konsumsi Bahan Bakar Sejak 1991

Kasus pemalsuan angka konsumsi bahan bakar yang melibatkan Mitsubishi memasuki babak baru. Beberapa hari sejak Tetsuro Aikawa, presiden Mitsubishi, mengatakan mungkin ada lebih banyak mobil dengan kesalahan pengujian konsumsi bahan bakar dari yang diperkirakan, Mitsubishi pun telah mengakui bahwa mereka sudah melakukan kecurangan saat pengujian konsumsi bahan bakar sejak tahun 1991. Pengakuan ini tentu sangat mengejutkan, apalagi publik belum benar-benar pulih dari dampak kasus emisi bahan bakar yang dilakukan Volkswagen.


Investigasi eksternal

Lantas, bagaimana respon Mitsubishi? Mitsubishi telah membuat komite yang terdiri dari tiga pengacara eksternal dipimpin oleh Keiichi Watanabe, mantan jaksa di Kejaksaan Tinggi Tokyo. Dua anggota lainnya adalah Yoshiro Sakata dan Genta Yoshino.

Dalam pernyataan resmi pagi ini (26/4), Mitsubishi mengatakan panitia akan meninjau dokumen dan data terkait, hingga mewawancarai semua orang yang diduga terlibat. Setelah penyelidikan selesai, panitia akan bertanggung jawab untuk menyusun langkah pencegahan terulangnya kasus ini di masa depan.

Sumber media di Jepang juga melaporkan, di samping 625.000 mobil lokal, model lain seperti mobil listrik i-MIEV yang dijual di Inggris diindikasi termasuk yang terdampak kasus ini. Mitsubishi juga diduga menggunakan proses pengujian non-Jepang di iRVR, Pajero dan model Outlander yang juga dijual di Inggris.

Mitsubishi UK mengatakan kepada Autocar: "Tidak ada indikasi bahwa mobil-mobil di Eropa juga terdampak kasus ini. Seperti yang Anda bisa lihat dari pengumuman pagi ini, sebuah komite dibentuk gar dapat memberi gambaran yang lebih luas- jika memang ada masalah.”
Semantara untuk Indonesia, Mitsubishi menjamin tidak ada produk-produk miliknya yang bermasalah. Ini disampaikan pihak PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors saat konferensi pers mengulas kejadian yang tengah menjadi sorotan panas di Jepang.

Besok Deadline

Otoritas AS terus menekan Mitsubishi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kejadian ini. Apalagi ada penyataan resmi dari otoritas Jepang yang terkait menyebut Mitsubishi bisa saja bertanggung jawab, dan melakukan refunding kepada konsumen seperti halnya Volkswagen di Amerika Serikat. Menteri Transportasi Jepang, Keiichi Ishii juga menyebut dia menginginkan Mitsubishi mempertimbangkan untuk membeli kembali mobil-mobil yang terdampak kasus ini.

Akhir pekan lalu, kantor kedua terbesar Mitsubishi di Jepang digerebek oleh otoritas pemerintah karena Mitsubishi mengaku telah melakukan pemalsuan data konsumsi bahan bakar pada kendaraan produksinya. Pemerintah Jepang pun telah menggambarkannya sebagai "kasus yang sangat serius" dan telah memerintahkan Mitsubishi untuk menyerahkan laporan lengkap 27 April 2016.

Sumber: Autocar
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email