Pin It

08 April 2016

Mengenal Serum Anti Bisa Ular

Artikel kali ini kami akan Berbagi Info tentang kesehatan dan lebih khususnya membahas Serum Anti Bisa Ular. Ide menulis artikel ini muncul setelah pedangdut Irma yang tewas digigit ular kobra di Karawang Jawa Barat, Minggu malam 3/4/2016 lalu. Bisa ular adalah salah satu racun binatang yang sistemik dan cukup fatal jika tidak sesegera mungkin ditangani. Sehingga pengetahuan paramedis tentang penanganan gigitan ular khususnya Penanganan Gawat Darurat mutlak diperlukan. Jika paramedis memiliki pengetahuan yang memadai tentang ular itu sendiri maka penanganan gigitan ular akan teratasi dengan waktu yang efektif dan efisien. Ketidaktahuan tim medis di Rumah Sakit terhadap gigitan ular akan berefek pada kondisi korban gigitan yang semakin buruk.


Secara umum kita mengenal ada 2 jenis bisa ular, yaitu
1. Neurotoksin
Dapat melumpuhkan sistim saraf pusat, melumpuhkan jantung dan sarah pernafasan. Racun jenis ini dimiliki oleh ular Kobra, ular Mamba, ular Laut, Krait, Ular Karang.
2. Hemotoksin
Dapat menyerang sistim sirkulasi darah dan sistim otot dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan, gangrene, kelumpuhan permanen kemapuan bergerak otot. Racun jenis ini dihasilkan oleh keluarga ular Viperidae misalnya Rattle Snake, Coppe head, dan Cotton mouth.

Mungkin, karena sedikitnya kasus gigitan ular yang dibawa ke Rumah Sakit, sehingga terkadang mereka membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menanganinya. Tapi yang pasti, serum anti bisa ular mutlak diperlukan pada penanganan kasus gigitan ular berbisa tinggi di Rumah Sakit.

Serum Anti Bisa Ular

Sebagai salah satu andalan, ketersediaan Serum Anti Bisa Ular (SABU) adalah keharusan di Rumah Sakit. Tapi toh, pada kenyataannya tidak semua rumah sakit terakreditasi di Indonesia menyediakan SABU. Secara bisnis, mungkin menyimpan SABU di Rumah Sakit adalah hal yang berpotensi merugikan, karena belum tentu ada kasus gigitan ular, sedangkan umumnya masa kadaluarsa SABU adalah 2 tahun. Itupun tidak bisa disimpan sembarangan, butuh suhu tertentu, kalau tidak akan kadaluarsa lebih cepat.

Bio Farma adalah satu-satunya perusahaan farmasi di Indonesia yang memproduksi anti bisa ular dengan merk dagang SERUM ANTI BISA ULAR POLIVALEN (KUDA). Serum ini adalah satu-satunya yang dimiliki Indonesia untuk kasus gigitan ular. Walaupun hanya efektif untuk 3 jenis ular (kobra, ular tanah, welang), namun semua kasus gigitan ular yang ditangani rumah sakit biasanya akan menggunakan SABU. Harga satu ampul (vial) SABU ini di Rumah sakit biasanya sekitar Rp. 500.000. Jika ingin menggunakan yang monovalen maka tentu saja anda perlu mengeluarkan biaya yang lebih banyak.

SERUM ANTI BISA ULAR POLIVALEN

Deskripsi
Serum Anti Bisa Ular adalah serum polivalen yang berasal dari plasma kuda yang dikebalkan terhadap bisa ular yang mempunyai efek neurotoksik yakni ular jenis Naja sputatrix – ular kobra, Bungarus fasciatus – ular welang dan hemotoksik atau ular Ankystrodon rhodostoma - ular tanah yang kebanyakan ada di Indonesia serta mengandung fenol sebagai pengawet. Serum Antibisa Ular Polivalen berupa cairan bening kekuningan.

Indikasi Serum Anti Bisa Ular

Untuk pengobatan terhadap gigitan ular berbisa dari jenis Naja sputatrix atau kobra, Bungarus fasciatus atau Welang, dan Calloselasma rhodostoma atau Ular Tanah.

Cara Kerja Obat Anti Bisa Ular

Imunisasi pasif, pada penyuntikan dimasukkan zat-zat anti yang mampu menetralisir bisa ular yang beredar dalam darah penderita.

Bentuk Serum Anti Bisa Ular

Cairan injeksi

Komposisi Serum Anti Bisa Ular

Zat Aktif : setiap mL mengandung anti bisa ular:
Calloselasma rhodostoma 10 LD50
Bungarus Fasciatus 25 LD50
Naja sputatrix 25 LD50
Zat tambahan: Fenol 2,5 mg

Posologi Serum Anti Bisa Ular

Jumlah dosis yang tepat tergantung tingkat keparahan penderita pada saat akan menerima serum. Dosis pertama sebanyak 2 vial @5 mL yang bila ditambahkan kedalam larutan fisiologis menjadi larutan 2% dan diberikan sebagai cairan infuse dengan kecepatan 40-80 tetes/ menit, diulang 6 jam kemudian
Apabila diperlukan (misalnya dalam keadaan gejala–gejala tidak berkurang atau bertambah). Serum Anti Bisa Ular Polivalen dapat terus diberikan setiap 24 jam sampai maksimum 80 – 100 mL.

Serum Anti Bisa Ular Polivalen yang tidak diencerkan dapat diberikan langsung sebgai suntikan intravena dengan sangat perlahan-lahan. Dosis Serum Anti Bisa Ular Polivalen untuk anak-anak sama dengan dosis untuk orang dewasa.

Sumber: www.biofarma.co.id
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email