Pin It

28 April 2016

Mengenal Gejala Penyakit Neuropati Dan Cara Mencegahnya

Artikel kali ini kami akan Berbagi Info Mengenal Gejala Penyakit Neuropati dan Bagaimana Cara Mencegah serta Mengobati Neuropati. Mungkin nama neuropati masih asing bagi kebanyakan orang, karena relatif masih jarang diperbincangkan, sehingga belum banyak orang menyadari akan masalah tersebut, sementara sudah banyak orang mengalaminya, namun tidak dirasakan.

Apa Itu Neuropati?

Neuropati merupakan ganguan atau kerusakan yang terjadi pada saraf tepi. Hal itu dapat mengenai saraf motorik yang untuk gerakan, saraf sensorik yang menerima rangsangan dari luar, saraf otonom yang tidak bisa diatur atau campuran. Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perdosi Pusat Manfaluthy Hakim mengatakan terdapat beberapa tingkatan gejala neuropati itu. Mulai dari rasa kesemutan, kalau dibiarkan berkembang menjadi mati rasa, kram, kaku, rasa terbakar, kulit kering, kulit mengkilap dan yang paling berat kelemahan anggota gerak.


Berdasarkan hasil penelitian Merck pada 2015, terdapat angka kejadian berisiko terkena neuropati di Indonesia sekitar 43% dari 16.800 responden. Jenis neuropati juga dapat dibedakan menjadi empat. Yaitu neuropati karena penuaan, neuropati karena diabetes, neuropati karena difisiensi vitamin B yang disebabkan karena melakukan diet yang salah, dan neuropati akibat lain seperti neuropati karena infeksi suatu penyakit atau neuropati karena trauma, penjepitan saraf.

Sementara penyebab terjadinya neuropati perifer, kata Manfaluthy pada acara peluncuran kampanye Lawan Neuropati di Hotel Borobudur, Rabu (27/4/2016), biasanya tidak mudah menemukan penyebab neuropati perifer, karena sejumlah faktor dapat menyebabkan neuropati seperti diabetes sekitar 50-70% penderita diabetes akan mengalami neuropati, minuman beralkohol, paparan racun, defisiensi vitamin, khususnya vitamin B1 dan B12, gaya hidup, trauma, penyakit ginjal, hati, dan tiroid.

Sementara penyakit neuropati juga berdampak pada kualitas hidup seperti penurunan kekuatan motorik, penurunan sensasi rasa sehingga mudah terluka, impotensi, depresi, penurunan berat badan, dan luka. “Neuropati dapat dicegah dengan tiga cara. Yaitu istirahat yang cukup, gizi seimbang & konsumsi vitamin neurotropik sejak dini secara teratur dan olahraga secara teratur.”

Gejala Penyakit Neuropati

Bagi Anda yang kerap bekerja di belakang meja, mungkin sering merasakan nyeri, kram, kebas, mati rasa, atau kesemutan. Anda patut waspada karena meski terkesan remeh, tetapi itu adalah gejala penyakit neuropati. Dokter Riki Sukiandra, Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perdossi (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia) Cabang Pekanbaru mengatakan secara umum, neuropati seringkali tidak disadari sebagai penyakit.

Neuropati lebih dipandang sebagai kondisi umum akibat komplikasi dari penyakit lain. Padahal jika ini dibiarkan, kondisi neuropati bisa mengganggu
mobilitas penderitanya. Riki mengatakan neuropati adalah kerusakan saraf tepi yang bisa menimpa semua orang. Berdasarkan satu studi, satu dari empat orang yang berusia 40 tahun ke atas berisiko terkena neuropati. Sedemikian berbahayakah? “Penderita penyakit diabetes
lebih berisiko. Satu dari dua penderita diabetes berisiko terkena neuropati,” ujarnya.

Selain penderita diabetes, orang yang juga berisiko terkena neuropati adalah orangtua, perokok, orang yang mengkonsumsi alkohol, dan penderita hipertensi. Selain itu, juga orang yang mengalami trauma, infeksi, gangguan nutrisi, serta yang memiliki gangguan metabolik lainnya.

Menurut Riki, neuropati sering terjadi pada masyarakat modern di kota-kota besar yang kerap bergerak terburu-buru, termasuk dalam hal makan. “Sehingga,
makan itu jadi sekedar memenuhi kewajiban aja. Yang penting saya sudah makan. Padahal, asupan gizi dan vitaminnya tidak sesuai,” ujarnya. Gaya hidup yang selalu terburu-buru, pola ma kan, dan minimnya frekuensi olah raga bisa meningkatkan risiko terkena neuropati pada usia yang lebih muda.

Riki mengatakan neuropati bukannya tidak bisa dicegah. Neuropati bisa dicegah sejak dini dengan mengubah gaya hidup dan mengonsumsi vitamin neurotropik yaitu vitamin B1, B6 dan B12 secara teratur satu kali dalam sehari.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email