Pin It

05 April 2016

Jangan Simpan Uang Di Bank Luar Negeri

JIKA nilai tukar rupiah selalu melemah, tentu akan berimbas ke sektor perbankan. Sebab, perbankan akan mengalami likuiditas semakin ketat. Pasalnya, Bank Indonesia (BI) pasti akan melakukan intervensi pasar untuk menjaga agar kurs rupiah tidak terus mengalami pelemahan. Tapi dampaknya, likuiditas perbankan menjadi berkurang. Terlebih dana pihak ketiga (DPK) dari masyarakat makin berkurang, sehingga perbankan kesulitan mendapatkan uang tunai dan harus meminjam dari BI dengan suku bunga yang makin tinggi. Bukan hanya bank kelas teri, bank-bank kelas besar pun, kabarnya, kini tengah mengalami kesulitan likuiditas.


Nah, di tengah cerita tidak sedap ini, justru perbankan di luar negeri mendapat limpahan DPK asal Indonesia dalam jumlah yang luar biasa. Salah satunya, perbankan di Singapura. Menurut Direktur Utama PT Bank Mandiri Budi G Sadikin, dalam suatu seminar di Jakarta, uang asal Indonesia yang terparkir di Singapura jumlahnya mencapai 300 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 3.000 triliun. Separo dari jumlah itu, adalah uang orang perorang asal Indonesia, dan sisanya milik para korporasi Indonesia.

Seperti kata Budi, jumlah uang asal Indonesia itu setara dengan jumlah DPK yang ada di perbankan Indonesia. Hal ini jelas akan membuat ‘ngiler’ perbankan nasional yang saat ini tengah dihadapi masalah likuiditas. Jumlah itu juga hampir setara dengan jumlah utang luar negeri Indonesia yang telah nyaris mendekati angka Rp 3.000 triliun.

Mengapa bank di Singapura menjadi pilihan orang Indonesia untuk memarkirkan uangnya di sana? Hal ini kaitannya dengan masalah legalitas. Bagi perbankan Singapura, asal usul uang tak menjadi penting, dan hal ini berbeda dengan menyimpan uang di Indonesia lantaran asal usul uang menjadi pertanyaan pihak yang berwajib. Enaknya, perbankan Singapura hanya mengenakan pajak yang rendah atas uang yang disimpan.

Selain itu, meski dari sisi rate, kalah menarik (suku bunga sekitar 3,5% – 4%), namun bagi pebisnis yang aktivitas usahanya berorientasi ekspor, bisa mendapatkan bunga termurah dari peminjaman dolar melalui bank di Singapura. Untuk mendapat pinjaman, dengan syarat memang harus menyimpan dana di negeri tersebut, dan prosesnya tidak bertele-tele.

Jumlah uang asal Indonesia yang terparkir di luar negeri tersebut, tentu saja baru sebagian. Baru sebatas di Singapura. Kabarnya selain di Singapura, orang Indonesia juga gemar memarkirkan uangnya di Hong Kong dan juga di beberapa negara di Eropa, terutama Swiss, meski pamor Swiss sekarang mulai berkurang. Alhasil, bisa disimpulkan, jumlah uang asal Indonesia yang terparkir di luar negeri tentu akan sangat dahsyat jumlahnya.

Sekaligus juga membuktikan bahwa kita bukanlah bangsa yang miskin. Jumlah orang kaya kita tidak sedikit. Bahkan menurut majalah bisnis terkemuka dunia, Forbes, pada tahun lalu ada 50-an orang kaya asal Indonesia yang memiliki kekayaan mulai dari ratusan juta dollar hingga miliaran dolar AS.

Jumlah dana yang terparkir di luar negeri tersebut, pasti akan terus bertambah seiring makin naiknya jumlah orang kaya asal Indonesia. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebut, simpanan nasabah-nasabah kaya orang Indonesia di perbankan hingga akhir 2013 yang jumlahnya di atas Rp 5 miliar di perbankan jumlahnya mencapai Rp 1.555,4 triliun, dengan jumlah rekening 66.567. Adapun total jumlah dana nasabah perbankan per Desember 2013 tersebut mencapai Rp 3.706,609 triliun, naik dibanding Desember 2012 yang sebesar Rp 3.277,154 triliun.

Dari jumlah tersebut, simpanan nasabah murni perbankan adalah Rp 3.655,69 triliun, sementara sisanya adalah simpanan bank lain. Dari simpanan nasabah di bank Rp 3.655,69 triliun tersebut, Rp 3.025,707 triliun merupakan simpanan dalam bentuk rupiah, dan Rp 629,99 triliun merupakan simpanan valas. Nah, jika diakumulasi dengan simpanan orang Indonesia yang berada di luar negeri, tentu Anda bisa bayangkan jumlahnya menjadi berlipat-lipat.

SUSAHNYA MENARIK KEMBALI UANG KEDALAM NEGERI

Kalau saja duit yang terparkir itu bisa kembali ke Tanah Air, tentu perbankan nasional akan kelimpahan duit, dan likuiditas perbankan nasional menjadi semakin oke. Sayangnya, untuk menarik kembali uang yang terparkir itu bukan persoalan mudah.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email