Pin It

21 April 2016

Help, Aplikasi Pelindung Perempuan Dari Kejahatan Karya Anak Indonesia

Dalam kesempatan kali ini kami akan Berbagi Info mengenai aplikasi Help. Help, Aplikasi Pelindung Perempuan Dari Kejahatan Karya Anak Indonesia. Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, mengembangkan aplikasi bernama Help, untuk memudahkan masyarakat Indonesia melaporkan kejahatan ketika dalam bahaya dan secepatnya mendapat bantuan. Rencananya, aplikasi tersebut akan resmi diluncurkan menjelang lebaran tahun 2016 ini.


Pengembangan aplikasi tersebut didanai oleh Pemerintah Amerika Serikat di bawah US Department of Justice Criminal Division, International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP). Namun, pembuatan aplikasi tersebut dilakukan oleh anak bangsa. “Aplikasi ini dibangun oleh orang Indonesia dan untuk Indonesia,” ujar Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert Blake di @America, Pasific Place, Jakarta, Kamis, 21 April 2016.

Blake menambahkan, alasan mereka mengembangkan ide aplikasi Help ini di Indonesia adalah untuk melindungi para kaum perempuan. Menurut data yang dimiliki Blake, angka kejahatan terhadap perempuan di Indonesia terbilang banyak.
Menu HELP

Program Manager ICITAP, Dina Ernawati menjelaskan, dalam penerapannya, aplikasi tersebut dilengkapi dengan peta wilayah Indonesia. Melalui navigasi, jika kita menggunakan aplikasi tersebut, maka akan tertera pada peta informasi lembaga layanan terdekat berupa ikon. Lembaga yang dimaksud seperti Kepolisian, rumah sakit, yayasan dan sebagainya. “Saat mengklik ikon, ada nomor telepon, alamat, dan jenis pelayanan. Misal rumah sakit, memberikan informasi lengkap seperti BPJS bisa dipakai atau tidak, dan lainnya,” ujar Dina di tempat yang sama.

Artinya, peta pada aplikasi itu berfungsi untuk menunjukkan layanan terdekat, jika si pengguna membutuhkan layanan yang diinginkan. Selain itu, yang tak kalah penting dalam aplikasi Help, adalah kehadiran menu emergency button, yang dilengkapi dengan 4 tombol utama untuk pengguna melaporkan jika dalam kondisi yang benar-benar berbahaya. Keempat tombol itu adalah Hotline, Buzz, 110 dan SOS, yang tersedia di bagian layar bawah pada aplikasi.

Dina menjelaskan, menu Hotline terdapat nomor emergency call yang langsung menghubungkan layanan lembaga seperti Komnas HAM, Kemensos, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). “Jam operasionalnya dari jam 9 sampai jam 15,” kata Dina.

Untuk menu Buzz, Dina mengatakan fungsinya untuk sebagai penghubung antara si pengguna dengan lima kontak yang dipilih pengguna. Menu ini memungkinkan lima pengguna lain tersebut memantau dan menolong pengguna jika merasa dalam kondisi terancam.

Jika telah mendaftarkan, detail nama, nomor telepon, dan terhubung dengan lima orang yang mungkin bisa membantu, maka pengguna bisa mengirimkan pesan singkat serta foto pada lima kontak itu jika dalam bahaya. “Orang yang dipilih juga menggunakan aplikasi ini, penerima akan menerima link, yang membawa lokasi mereka ke lokasi pengguna. Lokasi akan update tiap lima detik,” kata Dina.

Selanjutnya menu 110, berfungsi untuk emergency call langsung ke Kepolisian. “110 adalah untuk menelepon polisi. Layanan gratis,” katanya.

Terakhir menu SOS. Dina menjelaskan SOS ini berguna untuk merekam 10 detik pertama insiden. Maka, rekaman tersebut akan terkirim ke lima kontak yang telah didaftarkan oleh pengguna dan lengkap dengan peta keberadaan pengguna. “Jadi manfaatkan sepuluh detik untuk mengatakan hal yang penting.”

Dina menambahkan aplikasi tersebut masih perlu penyempurnaan, sebab dalam aplikasi tidak hanya tersedia layanan bantuan darurat. Tapi juga ada berita terbaru dan informasi lainnya dari lembaga terkait, bahkan berisi undang-undang di Indonesia. Selain itu, aplikasi Help tersebut nantinya juga bisa digunakan oleh WNI yang berada di luar negeri, sebab dilengkapi dengan informasi KBRI dan KJRI di luar negeri.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email