Pin It

17 April 2016

Dilema Dan Legalitas Becak Motor

Indonesia terkenal dengan orang yang memiliki kreativitas tinggi. Apa saja bisa dirakit dan dirubah sesuai kebutuhan. Misalnya modifikasi motor menjadi betor, gabungan antara becak dan motor. Orang Indonesia memang memiliki daya kreatifitas tinggi, punya kemampuan dalam mengolah dan memodifikasi sudah menjadi kelebihan masyarakat Indonesia. Seperti halnya dalam memadukan sepeda motor dan becak ini.


Menurut Wikipedia, Becak (dari bahasa Hokkien : be chia yang berarti kereta kuda) adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi. Pada awalnya becak digerakkan dengan tenaga kayuh manusia.

Seiring kemajuan zaman dan tuntautan transportasi yang harus “cepat”, becak pun mengalami “revolusi”. Sudah sering kita jumpai becak bermesin, yakni becak yang di gabungkan dengan sepeda motor.

Dilema Becak Motor

Para tukang becak motor ini bukannya tak tahu resiko yang harus di hadapi,di antaranya masalah keamanan dan urusan administrasi surat-surat kendaraannya yang berhubungan dengan pihak kepolisian. Dan yang menjadikan mereka tetap nekat adalah alasan KLASIK mereka… yakni urusan PERUT.

Dengan biaya yang cukup terjangkau serta mengambil metode dan prinsip ojek, warga menjadikannya sebagai sarana transportasi pengganti becak tradisional. Apapun alasannya, warga antusias memanfaatkan sarana transportasi tersebut dengan berbagai macam alasan. Jawaban atau alasan yang paling umum yang di berikan adalah jarak tempuh dan waktu tempuh serta wilayah tempuh sarana transportasi tersebut. Jangkauan sarana transportasi tersebut cukup jauh, lebih dari 5 km dari pangkalan. Hal ini menjadikan sarana transportasi tersebut dalam tempo yang singkat sudah menjadi favorit sebagai sarana transportasi bagi warga.

Legalitas Becak Motor

Namun perkembangan sarana transportasi tersebut juga melahirkan efek – efek negatif. Bila tidak di antisipasi oleh pihak – pihak pemangku UU Lalu lintas dan jalan raya dan pemangku standar Nasional Indonesia, sarana transportasi tersebut akan menyebabkan timbul satu permasalahan yaitu keselamatan penumpang dan pengemudinya.

Di lihat dari segi struktur dan model sarana transportasi tersebut perlu di uji ulang oleh Badan Standar Nasional Indonesia, begitu juga dengan UU tentang lalu lintas terutama kesesuaian Nomor mesin dan nomor rangka bila model berbentuk Becak Kombinasi Motor. Serta surat ijin layak jalan bagi Becak bermotor.

Secara fisik bentuk dan model sarana transportasi tersebut terjadi penyalahgunaan fungsi dasar dari masing–masing perangkatnya, misalnya becak kombinasi sepeda motor. Dari kombinasi, kualitas fisik sarana transportasi tersebut cukup membuat kita tidak habis mengerti mengenai kualitas sambungan antara sepeda motor dengan becak. Dari segi legalitas, bagaimanakah dengan nomor polisi sarana transportasi tersebut serta Surat tanda kendaraan bermotornya.

Kesimpulan dari tulisan adalah perlunya sebuah aturan tegas mengenai keberadaan becak bermotor. Dan juga sebagai introspeksi para pemangku sarana transportasi publik tentang bagaimana menciptakan sebuah sarana transportasi yang murah, aman dan nyaman. Apa pun alasannya keselamatan adalah yang utama.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email