Pin It

05 April 2016

6 Cara Membeli Rumah Murah

Siapa yang tidak ingin memiliki rumah idaman? Semua orang pasti menginginkannya. Namun, agaknya memiliki rumah idaman tak mudah untuk diwujudkan di tengah-tengah ekonomi sulit seperti saat ini. Bagaimana tidak? Harga kebutuhan pokok melonjak tajam tanpa diimbangi dengan peningkatan penghasilan. Kondisi ini tentu menyita sebagian besar pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menabung dengan menyisihkan sebagian gaji meski dilakukan bertahun-tahun seakan tak pernah cukup untuk membeli sebuah rumah idaman. Harga rumah yang membumbung tinggi dari tahun ke tahun makin susah untuk dijangkau. Jangan putus harapan dulu. Anda harus berani melangkah untuk mewujudkan impian memiliki rumah idaman. Jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi?


Berikut 6 cara yang bisa dilakukan untuk bisa memiliki rumah yang diidamkan dikutip dari Cermati.com

1. Manfaatkan fasilitas KPR

Saat ini banyak bank yang menawarkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Mengapa Anda tidak memanfaatkan fasilitas tersebut? Dengan gaji pas-pasan tentu akan sulit menyisihkan uang untuk ditabung guna membeli rumah secara tunai.

Fasilitas KPR bisa membantu Anda mewujudkan impian memiliki rumah idaman. Anda hanya perlu menyediakan uang muka antara 10-30 persen dari harga rumah, tergantung kebijakan bank.

Jika setelah dianalisis, finansial Anda dinilai memenuhi syarat, maka rumah idaman segera bisa didapatkan. Konsekuensinya, Anda harus membayar angsuran selama masa KPR berlangsung.

2. Beli rumah di daerah pinggiran

Perlahan namun pasti, harga properti terutama rumah akan terus merangkak naik. Itulah sebabnya properti menjadi salah satu objek investasi masa depan yang menjanjikan.

Seiring dengan perkembangan, rumah yang berlokasi strategis berada di tengah kota dan dekat fasilitas umum cenderung dibanderol dengan harga selangit. Jika dana yang Anda miliki tidak mencukupi untuk membeli rumah di perkotaan, Anda bisa memilih rumah di daerah pinggiran.

Umumnya rumah di daerah pinggir kota lebih murah dibandingkan dengan harga rumah di tengah kota. Keuntungan lainnya, bisa jadi rumah di pinggir kota justru lebih luas, asri, dan tenang, jauh dari kemacetan dan polusi udara.

3. Beli rumah bersubsidi

Saat ini tengah dikembangkan perumahan rakyat bersubsidi oleh pemerintah. Dibandingkan dengan rumah yang dikembangkan oleh developer swasta, rumah bersubsidi tentu jauh lebih murah.

Namun untuk mendapatkan rumah bersubsidi diberlakukan syarat khusus, misalnya belum pernah punya rumah dan gaji maksimum Rp 5 juta. Jika Anda merasa memenuhi persyaratan tersebut, maka Anda bisa segera memiliki rumah idaman.

4. Beli rumah 2nd

Rumah baru biasanya memang dihargai lebih tinggi, mengingat harga tanah juga material bangunan yang makin mahal. Nah, jika dana yang tersimpan di tabungan Anda tidak mencukupi untuk membeli rumah baru, rumah lama, tua, atau bekas bisa menjadi pilihan.

Dalam membeli rumah lama atau bekas, Anda harus memperhatikan kekuatan bangunan, jangan asal murah saja. Apabila Anda hanya fokus pada harga murah, tanpa memperhatikan kualitas dan kekuatan bangunan, bisa jadi Anda justru mengalami kerugian karena harus melakukan renovasi sebagian atau bahkan total, sehingga biaya yang dikeluarkan secara keseluruhan malah lebih mahal dari membeli rumah baru.

5. Cari promo

Apakah ada rumah baru yang harganya murah? Sebenarnya mahal atau murah relatif dan tergantung pada kemampuan finansial masing-masing orang.

Namun, untuk mendapatkan rumah baru dengan harga yang cukup miring, Anda bisa mencari rumah baru yang sedang di-launchingdi pasaran oleh developernya. Umumnya rumah yang sedang launching menawarkan promo diskon yang cukup menarik.

6. Beli rumah dari nasabah KPR bermasalah

Saat sedang ‘kepepet’, orang akan merelakan segalanya. Demikian pula dengan rumah. Jangan dikira semua nasabah KPR lancar-lancar saja dalam membayar angsuran, ada juga yang melakukan wanprestasi yang berujung pada penyitaan rumah karena tak lagi sanggup membayar.

Nah, Anda bisa membeli rumah dari nasabah KPR yang bermasalah tersebut. Karena tak ingin lagi dikejar-kejar tagihan, tak jarang mereka rela menjual rumah daripada disita oleh bank, dan biasanya harganya lebih murah. Hal ini tentunya bukan mengambil kesempatan dalam kesempitan, tetapi lebih dimaknai sebagai simbiosis mutualisme, yakni saling membutuhkan.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email