Pin It

26 March 2016

Gadis Desa Asal Kebumen Mendunia Berkat MeoTalk Ciptaannya

Seorang gadis desa di Kebumen, Jawa Tengah, berhasil menciptakan sebuah aplikasi chatting atau jejaring sosial bernama Meotalk. Seperti pernah ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (13/12/2015), Novi Wahyuningsih, gadis 24 tahun warga Desa Tepakiyang, Kecamatan Adimulya, Kebumen, Jawa Tengah, adalah pencipta aplikasi jejaring sosial bernama Meotalk.

Dibanding aplikasi jejaring sosial lainnya, Meotalk memilik beberapa keunggulan. Salah satunya, pemilik akun bisa mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Poin ini nantinya bisa diuangkan sebagai pengganti pulsa.


Tidak hanya Meotalk, lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ini, juga sudah menciptakan 5 aplikasi lainnya. Salah satunya adalah game Monzter. Cita-cita gadis desa ini rupanya tidak muluk-muluk. Ia hanya ingin tempat kelahirannya berkembang dan dikenal banyak orang.

Karir Novi semakin bagus berkat aplikasiciptaannya. Kini ia diangkat menjadi Chief Executive Officer ( CEO ) di sebuah perusahaan media sosial dan game di Malaysia.

Gadis Desa Asal Kebumen CEO MeoTalk

Di usianya yang masih 24 tahun, Novi Wahyuningsih menjabat CEO (chief executif officer) perusahaan yang bergerak di media sosial dan game yang berbasis di Malaysia. Sebuah pencapaian hebat dari gadis muda asal Desa Tepakiyang Kecamatan Adimulyo, Kebumen yang kini merambah dunia tersebut.

Ya, gadis yang baru saja merayakan ulang tahunnya pada 6 November lalu itu melaunching media sosial bernama MeoTalk dan game Monzter di Hotel Tentrem Jogjakarta pada 28 November 2015 lalu. Untuk di Indonesia, Novi membuka kantor di Jogjakarta, tepatnya di Jalan Magelang, Sleman, dan memiliki empat karyawan yang dipekerjakan. Tetapi di kantor pusatnya di Malaysia, ada sebanyak 100 pegawai yang menangani aplikasi-aplikasi di dunia maya.

Menurut dia, ide dia membuat aplikasi meotalk dan monzter ada sejak 2011, namun baru bisa terealisasi sejak Januari 2015 lalu bersama temannya asal negara Malaysia.

Kini berkat prestasinya berkecimpung dalam dunia aplikasi media sosial dan game, Novi menjadi Country Manager dan CEO MeoTalk. Berkat usaha kerasnya pula, gadis yang menempuh jenjang pendidikannya selama satu tahun enam bulan untuk kuliah D3 di Universitas Gadjah Mada itu mendapatkan reward saham dari Global Century Limited sebesar Rp 2,6 miliar. "Saya belajar dari orang-orang yang sudah berhasil. Amati, tiru dan modifikasi," kata anak sulung dari empat bersaudara pasangan Darman (52) dan Rasmi (45) tersebut.

Alumnus D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada itu sudah membuat lima platform. Yaitu MeoTalk, Monzter, Happybid, Metgames dan Vooilaa. Namun baru Meotalk dan Monzter yang diluncurkan. Namun, semua aplikasi nantinya akan berhubungan. MeoTalk merupakan aplikasi media sosial yang bisa diunduh melalui Play Store di perangkat pintar. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa mengobrol melalui media sosial ini. MeoTalk menjadi aplikasi chatting generasi baru dengan teknologi canggih untuk mengubah cara orang biasanya bertemu dan berkomunikasi dengan orang-orang baru.

Sebenarnya, MeoTalk tidak jauh beda dengan media chatting lainnya. Namun aplikasi ini mempunyai banyak kelebihan. Selain bisa mengobrol hanya dengan suara, tulisan bahkan dengan video bisa dilakukan. Tidak hanya itu, setiap pengunduh aplikasi ini mendapatkan reward berupa G poin. Yaitu uang virtual yang bisa digunakan untuk belanja di toko yang sudah menyediakan sarananya.

Gadis berambut panjang yang meneruskan S1 di STIE Pelita Bangsa Bekasi dan saat ini masih melanjutkan S2 di Bina Nusantara Jakarta itu menyatakan, penduduk Indonesia saat ini lebih dari 250 juta. Aplikasi dari negara lain bebas masuk. Sedangkan pengguna media sosial lebih dari 100 juta orang. "Kenapa dari dulu orang Indonesia tidak membuat aplikasi sendiri, sekarang memang mulai ada aplikasi buatan Indonesia," kata Novi yang bangga terlahir di kota "ngapak" Kebumen itu.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email