Pin It

16 March 2016

Friendster Is Back Dengan Domain Id

Lama tak terdengar kabarnya dan terindikasi lenyap, media sosial legendaris Friendster tampaknya bangkit kembali. Website Friendster.id mendadak muncul dan dapat digunakan layaknya jejaring sosial lain.

Anda tentu masih ingat dengan situs jejaring sosial Friendster yang sempat booming di tahun 2000-an? Friendster adalah situs pertemanan yang memungkinkan pengguna saling berinteraksi dengan mengirimkan sebuah unggahan pada profil seorang teman. Jejaring sosial yang tampilannya dapat dikustomisasi itu juga mengizinkan pengguna untuk saling berkomentar.

Namun, seiring dengan kehadiran kompetitornya, Facebook, Friendster menutup layanannya karena tidak mampu memenangi persaingan melawan jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg.

Kini dikabarkan situs pertemanan Friendster kembali hadir dengan domain friendster.id namun belum jelas apakah ini laman pertemanan yang sama dengan yang pernah booming tahun 2000-an. Dengan berubahnya domain dari com menjadi id apakah friendster di ambil alih orang Indonesia? Dan ketika saya mencoba membukanya, situs tersebut berhasil diakses. Di laman tersebut, logo Friendster hadir dengan font huruf sambung berlatar warna biru.


Terdapat sebuah gambar pintu terbuka dengan kehadiran dua tokoh animasi yang sedang melambaikan tangan dengan sebuah tulisan 'Temukan teman lamamu'. Seperti jejaring sosial lainnya, Friendster juga menampilkan menu "Masuk" dan "Daftar" bagi pengguna baru.

Jika kita klik pada pilihan "Masuk", Friendster akan menggiring kita untuk melakukan login dengan akun Facebook, Google, Twitter, atau Instagram.

Sedangkan pada pilihan "Daftar" pengunjung akan diminta memasukkan data pribadi seperti nama, alamat email, serta password untuk membuat sebuah akun baru. Sayangnya, ketika mencoba kedua pilihan, laman Friendster tidak meresponnya.

Apakah ini berarti Friendster yang ditutup Mei 2011 itu benar-benar hadir kembali? Sayangnya, saat ini belum ada pihak yang dapat dikonfirmasi untuk hal tersebut. Kehadiran laman tersebut, bisa jadi merupakan awal kebangkitan jejaring sosial tersebut.

Sejarah Friendster

Jonathan Abrams tentu nama yang terdengar asing di telinga. Tapi, jika menyebut Friendster, pasti Anda pernah mendengar, atau bahkan aktif di jejaring sosial yang bisa dibilang pertama tersebut. Nah, Abrams merupakan pendiri Friendster.

Abrams memang tak mencapai ketenaran seperti Mark Zuckerberg yang mendirikan Facebook, dan hanya diketahui sebagai orang yang mendirikan Friendster. Meski begitu, Friendster tetap dikenang sebagai jejaring sosial pertama, yang lahir setahun sebelum MySpace dan dua tahun sebelum Facebook.

Akibat kalah bersaing dengan Facebook, Situs friendster.com ditutup sejak Minggu, 14 Juni 2015. Ini adalah kali kedua layanan tersebut menutup akses situsnya sejak didirikan tahun 2002.

Pertama, Friendster ditutup saat fungsinya masih sebagai platform jejaring sosial pada 2009. Di tahun yang sama, Friendster dibeli taipan negeri jiran Malaysia dan pada 2011 resmi beralih fungsi menjadi portal social game online.

Bertahan sekitar lima tahun sebagaisocial game, pertumbuhan bisnis Friendster tampaknya tak lagi menemukan kejayaannya. Setidaknya untuk sementara waktu. "Seiring berkembangnya tantangan industri, komunitas online game tak lagi sekuat yang kami harapkan. Pengembangan industri game yang meluas membuat kami berpikir kembali tentang strategi prioritas,'' begitu tertera pada keterangan saat membuka laman Friendster.

Ke depan, tak menutup kemungkinan Friendster bakal lahir kembali (reborn) untuk kedua kalinya. Hal ini diisyaratkan melalui keterangan penutup dari Friendster pada situsnya.

"Kami antusias untuk mencoba hal baru ke depan dan akan segera mengabarkan hal tersebut dalam waktu dekat. Kami mengundang Anda untuk bergabung dalam daftar distribusi email untuk diberi tahu segera setelah informasi ini tersedia," katanya.

Dan hari ini, Rabu 16 Maret 2016 Friendster benar-benar lahir kembali.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email