Pin It

05 February 2016

Ini Maskapai Terbaik Dalam Hal Ketepatan Waktu

Kementrian Perhubungan mengevaluasi 15 armada udara di Tanah Air terkait kepatuhan maskapai terhadap jadwal yang mereka atur baik jadwal penerbangan ataupun tiba atau biasa disebut On time performance (OTP). Periode evaluasi di nilai dari Bulan Juli-Desember 2015 dengan jumlah penerbangan sebanyak 356.621 penerbangan. Dari angka itu, menurut data yang dirilis Kemenhub, hanya 77,16% atau 275.172 penerbangan yang terjadi memenuhi syarat tepat waktu.

Sebaliknya, persentase penerbangan yang mengalami keterlambatan jadwal (delay) mencapai 20,74 % setara 73.950 penerbangan. Sisanya persentase penerbangan yang dibatalkan (cancel) ada sekitar 2,15 % atau sebanyak 7.668 penerbangan.


Ada tiga faktor yang sebenarnya mempengaruhi bagaiamana OTP bisa dipenuhi para maskapai dengan baik, yaitu teknis, non-teknis, dan cuaca. Nah, dari ketiga faktor tersebut, 32,75% keterlambatan penerbangan didominasi karena alasan teknis operasional yang berkaitan erat dengan faktor kondisi Bandara (di luar manajemen maskapai). Kasus nya cukup beragam dari mulai keretakan landasan pacu, keterlamabatan pengisian bahan bakar, dan antrian pesawat untuk take off dan landing.

"Faktor tersebut menyumbang 32,75% atau sebanyak 24.216 penerbangan dari total keterlambatan penerbangan ke-15 maskapai pada periode tersebut," tulis Kemenhub dalam siaran persnya.

Selanjutnya, faktor non teknis operasional yaitu keterlambatan penerbangan yang disebabkan karena manajemen maskapai menyumbang angka 49,63% atau sebanyak 36.702 penerbangan. Terakhir, faktor iklim dengan persentase 15,84% atau sebanyak 11.713 penerbangan.

Keempat, faktor lain-lain yaitu faktor keterlambatan penerbangan yang disebabkan di luar ketiga faktor itu seperti kejadian -kejadian diluar dugaan di sekitar bandara menyumbang angka 2,57 % atau sebanyak 1902 penerbangan.

Untuk pembatalan penerbangan (cancel) faktor cuaca menyumbang angka tertinggi, yakni 7,74% atau sebanyak 5.726 penerbangan.

Sedangkan faktor teknis dan non teknis masing-masing menyumbang angka 0,5% atau sebanyak 370 peberbangan dan 2% atau sebanyak 1.481 penerbangan. Sementara, faktor lainnya menyumbanga 0,13% atau sebanyak 94 penerbangan.

Dari daftar yang dikeluarkan Kemenhub itu, maskapai nasional Garuda Indonesia (GIA) justru menempati urutan ketiga sebagai maskapai dengan OTP terbaik yaitu 85,82%, dengan penerbangan tepat waktu sebanyak 77.955 penerbangan dari total 90.832 penerbangan.


Diurutan pertama, diduduki oleh maskapai Batik Air dengan presentase OTP sebesar 91,21% atau jumlah penerbangan tepat waktu sebanyak 23.366 penerbangan dari total 25.617 penerbangan. Kemudian disusul Nam Air dengan OTP 90,61%, atau penerbangan tepat waktu sebanyak 8.248 penerbangan, dari total 9.103 penerbangan.

Sementara itu, untuk klasifikasi maskapai dengan jadwal tunda tertinggi rata-rata diduduki oleh maskapai yang melakukan penerbangan di jalur perintis yaitu Trigana Air dengan persentase 45,74% atau sebanyak 2.384 penerbangan mengalami delay, dari total 5.212 penerbangan.
Kemudian, Susi Air dengan persentase 34,96% atau sebanyak 7.271 penerbangan delay dari total 20.801 penerbangan. Terakhir, Travel Express dengan persentase 33,28% atau sebanyak 1.717 penerbangan delay dari total 5.159 penerbangan.

Berikut hasil evaluasi maskapai dengan urutan ontime performance terbaik selama 6 bulan untuk periode Juli sampai Desember 2015:

Batik Air
Nam Air
Garuda Indonesia
Sriwijaya Air
Indonesia Air Asia Extra
Citilink
Indonesia Air Asia
Kalstar Aviation
Transnusa
Wings Air
Lion Air
Susi Air
Travel Express
Trigana Air
Aviastar Mandiri

sumber: transportasi.co
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email