Pin It

01 January 2016

Tips Dan Cara Mengelola Uang Pinjaman Dari Bank

Walaupun bagi sebagian orang menganggap bahwa berhutang merupakan hal yang tabu, namun terkadang mereka pun tak bisa menghindarinya. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar pinjaman tersebut tidak mengganggu cash flow keaungan Anda sehari-hari.


Yang pertama adalah dengan mengenali karakter hutang itu sendiri. Saat ini, banyak orang yang mengambil hutang tanpa menimbang resiko yang harus di hadapinya. Baik itu resiko bunga maupun resiko membayar hutang tersebut dari sumber penghasilan Anda. Oleh karena itu penting bagi Anda untuk menganalisa sumber penghasilan Anda sendiri sekarang dan di masa mendatang.

Kedua adalah mengenali jenis-jenis hutang tersebut. Dalam penggunaanya, hutang di bagi menjadi 2 macam, yakni hutang yang sifatnya produktif dan hutang konsumtif. Hutang produktif ialah hutang yang di gunakan untuk membeli aset-aset produktif. Aset produktif ini bisa berupa Kredit Investasi, Kredit Modal Kerja, Kredit Pemilikan Rumah ( KPR ) dan lain sebagainya termasuk aset yang nilainya terus meningkat dari tahun ke tahun. Sementara itu, hutang konsumtif adalah segala jenis hutang yang di gunakan untuk membeli aset-aset konsumtif seperti kartu kredit untuk belanja.

Lantas bagaimana cara mengelola uang pinjaman bank? Pada contoh kasus sederhana di bawah ini akan di jelaskan bagaimana tips dan trik mengelola keuangan hasil pinjaman di bank agar lebih bermanfaat dan tidak mengganggu kondisi keuangan rumah tangga Anda.

Misalnya saja, jika Anda memiliki gaji 2,5 juta sebulan dan telah berhutang pada pihak bank dengan nilai hutang sebesar 20 juta rupiah dan dengan cicilan 800 ribu per bulan selama tiga tahun, maka di lihat dari besarnya cicilan tersebut termasuk ”lampu kuning” meskipun hal ini tidak mengganggu kondisi keuangan Anda.

Jika semua hutang di pakai untuk menutupi kebutuhan hidup Anda, sebaiknya Anda juga harus bisa mengelola sisa penghasilan Anda yang telah terpangkas oleh cicilan hutang agar tidak defisit. Sebisa mungkin, Anda sanggup menyisihkan 10% dari penghasilan Anda untuk membuat dana cadangan yang di masukkan ke dalam rekening tersendiri. Dana ini akan sangat bermanfaat untuk Anda yang bisa Anda gunakan untuk menghadapi kondisi darurat dan dapat menjadi investasi yang di kemudian hari akan menambah penghasilan Anda.

Sementara itu, jika dana pinjaman Anda gunakan sebagian, hal ini menjadikan nilai hutang kurang efektif kecuali Anda berencana mengembangkan uang tersebut untuk investasi. Dalam berinvestasi, sebaiknya cari instrumen investasi yang bisa memberikan pendapatan lebih tinggi dibandingkan dengan besaran bunga pinjaman di bank tersebut. Jadi, hindari menyimpan uang pinjaman dalam bentuk deposito karena Anda bisa saja rugi besar.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email