Pin It

11 January 2016

Mengenang Kereta Kuda, Delman Atau Dokar

Artikel kita kali ini akan mengulas kereta kuda atau delman. Delman atau andong merupakan salah satu kendaraan tradisional yang saat ini sudah jarang kita jumpai. Namun begitu, di sebagian wilayah Kebumen masih bisa kita jumpai seperti di Kutowinangun dan Prembun. Delman di sekitar Kebumen juga di sebut dengan nama dokar. Delman merupakan sebuah alat transportasi yang menggunakan kuda sebagai alat penganti mesinnya. Dalam catatan sejarah, delman pertama kali ditemukan oleh seorang insinyur yaitu Ir Charles Theodore Deeleman, seorang ahli irigasi yang mempunyai bengkel besi di pesisir Batavia (Jakarta sekarang). Penamaan kendaraan yang sama adalah Sado yang berasal dari Bahasa Perancis dos-à-dos yang berarti saling memunggungi. Disetiap daerah di Indonesia, delman mempunyai nama atau istilah yang beragam. Bentuk fisik kendaraan berubah cepat pada abad ke-19 sehingga memunculkan bermacam variasi nama untuk jenis yang berbeda.


Dog-cart memiliki kesamaan dengan phaeton, yaitu kereta berkuda satu yang sporty dan ringan, curricle, kereta ringan yang tangkas dan ringan serta dapat dinaiki seorang pengendara dan pengemudi, tetapi berkuda dua; chaise atau shay pada tipenya yang beroda dua untuk satu atau dua orang, dengan sebuah bangku belakang dan penutup yang bisa dibuka-tutup, dan cabriolet yang beroda dua dan berkuda satu, serta penutup lipat yang bisa menutupi dua orang (salah satunya adalah si pengemudi).

Berbeda dengan kendaraan lain seperti mobil, sejak awal hingga sekarang delman sejak awal dibuat dengan bentuk yang sama atau tetap, meskipun ada pula yang menggunakan ban mobil. Sebagian kusir mengatakan bahwa penggunaan ban mobil lebih bagus untuk jalan yang rata dan berkondisi baik atau penggunaan pada jalan raya. Namun, untuk jalan yang kondisinya kurang baik, lebih baik menggunakan roda delman dari kayu yang konstruksinya memiliki jari-jari yang lebih besar. Di beberapa daerah terutama di Nusa Tenggara Barat, dikenal dengan Cidomo yakni kependekan dari "Cikar-Dokar-Mobil". Saat ini delman digunakan lebih pada angkutan lingkungan yang berjarak tempuh pendek atau di pedesaan yang bersifatnya regional antar kampung. Terlebih saat ini tergusur oleh kehadiran taksi, kendaraan ojek bermotor, bajaj dan bemo. Meski demikian, pada beberapa kawasan terutama kawasan wisata, Delman diizinkan beroperasi dengan mengikuti aturan kebersihan perkotaan seperti penampung kotoran kuda.

Untuk tujuan tersebut, Delman diberi nomor seperti halnya pada penomoran kendaraan bermotor yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Setempat. Dalam sejarahnya, tercatat pada masa Pemerintah Hindia-Belanda di Indonesia, Delman digunakan sebagai angkutan antar kota, terutama sebelum kereta api dan kendaraan bermotor lainnya beroperasi di Indonesia. Tercatat pada tahun 1885, Forbes pernah menyewa delman untuk perjalanan dari Bogor menuju Bandung dengan biaya enam belas gulden yang ditempuh selama tiga belas jam perjalanan.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email