Pin It

26 January 2016

Bengkel Modifikasi Motor Kreasi Napi Di Dalam Penjara LP Cipinang

Melihat bengkel modifikasi yang berada di pinggir jalan rasanya sudah biasa saja. Tapi bagaimana jika ada di bengkel di dalam penjara? Dikerjakan oleh para narapidana pula? Pasti punya sensasi tersendiri. Kesan itu yang pertama kali dirasakan saat menginjakkan kaki di LP Cipinang. Bengkel modifikasi yang terdapat di dalam jeruji besi itu merupakan salah satu bentuk pembinaan kepada para narapidana yang dilakukan oleh LP Cipinang sejak tahun 2012.

Beberapa motor tengah digarap untuk memenuhi permintaan, yang ternyata bukan hanya dari petugas Rutan saja namun juga permintaan dari konsumen di luar Rutan. Nampaknya, popularitas bengkel modifikasi di dalam penjara ini telah menyebar dari mulut ke mulut penggila modifikasi motor.


Kepala Rumah Tahanan Negara Klas I Cipinang, Asep Sutandar menjelaskan permintaan dari konsumen luar Rutan memang cukup banyak. Selain dari promosi mulut ke mulut, motor hasil garapan konseptor Yusuf Arifin cs tersebut telah dipamerkan di sejumlah event.

Meski bukan yang pertama kalinya terdapat bengkel di dalam Rumah Tahanan, Asep menilai bengkel modifikasi yang terdapat di Rutan Cipinang merupakan yang populer. "Saya kira bengkel modifikasi di tempat lain (Rutan) ada. Kalau yang saya baru alami ini agak spektakuler, dalam artian bahkan ada artis yang menggunakan karya dia (Yusuf Arifin) untuk proses syuting. Banyak kawan-kawan dari pegawai yang ikut memodifikasi dalam penjara. Memang dari mulut ke mulut," ujar Asep Sutandar Senin (25/1/2016).

"Kita juga pernah pamerkan di sejumlah acara, seperti waktu itu di JCC (Jakarta Convention Center) sekitar tahun 2012-2013. Lalu kita pamerkan juga dalam acara Kementerian Perdagangan," lanjutnya.

Pelanggan motor modifikasi di dalam bengkel Rutan Cipinang juga tak hanya berasal dari wilayah Jakarta. Konsumen dari wilayah Jawa dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tengah bekerja di Malaysia juga tertarik dengan hasil modifikasi yang dilakukan oleh Yusuf Arifin alias Rembo. "Kebanyakan dari Jakarta. Tapi dari luar Jakarta juga ada seperti TKI dari Malaysia," ungkap Yusuf Arifin.

Rupanya Kepala Rumah Tahanan Nasional Klas IA Cipinang, Asep Sutandar juga terpikat karya modifikasi salah satu warga binaan rumah tahanan yang dikenal dengan nama Rambo itu. Motor Yamaha V-Ixion miliknya bakal digarap dengan konsep full fairing mirip motor Valentino Rossi.

Asep Sutandar mengatakan, ia membeli Yamaha V-Ixion buatan tahun 2012 dari pegawai Rutan Cipinang. Melihat hasil modifikasi Rambo cs yang kian populer, ia pun mengandalkan keterampilan mereka untuk memodifikasinya dengan full fairing Yamaha YZF-M1. "Saya beli V-Ixion tahun 2012. Itu sedang di modif sama dia (Yusuf Arifin). Saya minta ke dia kira-kira apa saja yang harus dipersiapkan," tutur Asep Sutandar.


"Modelnya sama kaya motor (Valentino) Rossi. Kalau bodi langsung dicetak, dia punya cetakannya. Untuk mesin sendiri ga diubah," imbuhnya. Sparepart yang digunakan untuk menggarap motor modifikasi milik Kepala Rutan Cipinang itu menggunakan aftermarket. Diperkirakan biaya untuk memodifikasi motor tersebut mencapai Rp 25 juta. "Komponen hanya pakai aftermarket. Kaki-kaki habis sekitar Rp 12 juta-an, belum termasuk knalpot, ubah rangka, dan full bodi. Kira-kira habis sekitar Rp 25 juta," ungkap Yusuf Arifin.

Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu hampir satu bulan. Ditargetkan motor modifikasi mirip Rossi itu bakal rampung pada 19 Maret 2016 mendatang.

Sumber: Detik.com
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email