Pin It

18 December 2015

Polwan Cantik Bripda Adri, Model Yang Jago Menembak

Menembak merupakan kegiatan fisik yang identik dengan maskulinitas. Apalagi jika itu terkait dengan institusi kepolisian satuan Brigadir Mobil. Namun itu diruntuhkan oleh Bripda Adri Chroin Ade Oktami, gadis kelahiran Demak tahun 1992 yang pada tahun 2011 lalu resmi menjadi anggota satuan Brimob Polda DIY.

Dibalik parasnya yang cantik dibalut jilbab, Bripda Adri rupanya menyimpan segudang keahlian dan mampu bersaing dengan anggota Brimob laki-laki. Mulai dari skill menembak, pengamanan hura-hara, reserse mobil, SAR, jinak bom, perlawanan anti teror dan kimia biologi radio aktif.


"Saya dulu jadi polisi karena sudah cita-cita dari kecil. Saya mikir kayaknya enak kerja sambil mengabdi."

Tidak hanya mampu bersaing, berbagai jenis senjata api pun dia kuasainya dengan baik. Mulai laras pendek jenis Revolver hingga laras panjang jenis AK. "Saya paling suka pakai Revolver, karena itu senjata pertama saya, jadi ada kesan sendiri," tambah perempuan dengan tinggi 163 cm dan berat badan 55 kg.

Dia mengaku pernah melakukan tembakan dengan jarak 400 meter dan tepat sasaran saat berlatih. Semakin jauh sasaran tembak, dia semakin tertantang untuk menaklukannya. "Kalau nembak orang saya belum pernah, hanya latihan saja menggunakan senjata," tandasnya.

Selama menjadi menjadi anggota polisi, prestasi yang pernah dicapainya yaitu mendapatkan kesempatan pendidikan di Sekolah Dasa Bhayangkara di Watukosek tahun 2012. Saat itu dia adalah satu-satu perempuan yang mendapatkan kesempatan tersebut.

"Ada 2 Pleton yang ikut pada waktu itu, saya perempuan satu-satunya yang ikut, canggung juga, tapi saya niati untuk belajar," tandasnya.

Bripda Adri Juga Seorang Model

Menjadi polisi wanita tidak membuat ruang gerak Bripda Adri Chroin Ade Oktami menjadi terbatas dan kaku. Meski sudah berprofesi sebagai abdi negara, namun dia tetap tidak meninggalkan aktivitasnya di atas catwalk sebagai model. "Dulu iya saya ikut model, tapi hanya karena diajak kakak saya yang kebetulan model," katanya. Saat dia masih duduk di bangku SMA, dia mengaku kerap diajak kakaknya yang ikut agency model untuk berlatih. Terkadang dia juga diajak untuk tampil di fashion show. "Kakak saya ikut agency, tapi saya nggak. Lebih tertarik menjadi polisi," tuturnya.

Saat sudah menjadi Polwan, dia masih beberapa kali sempat beraksi di atas catwalk untuk peragaan busana dalam berbagai acara. Tahun 2013 lalu dia sempat menjadi model untuk fashion show batik di hotel Sheraton Yogyakarta.

"Saya diajakin, lalu saya bilang izin dulu sama pimpinan saya. Ternyata diperbolehkan dengan syarat pangkat saya tetap disebut dalam acara itu," ungkapnya. Meski sudah jarang mendapat tawaran untuk ikut fashion show, namun gadis 23 tahun itu mengaku akan menyanggupi jika ada tawaran modeling lagi. "Asal ada izin dari pimpinan nggak papa," tambahnya.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email