Pin It

01 December 2015

Cara Tepat Menolong Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Jika suatu saat Anda sedang melewati jalan raya dan tiba-tiba kendaraan di depan Anda mengalami kecelakaan. Orang-orang berkerumun, tapi tidak ada yang tahu harus berbuat apa. Polisi dan petugas medis belum ada di sana, sedangkan korban sudah bercucuran darah. Apa yang harus Anda lakukan untuk menolongnya?


Kecelakaan lalu lintas seringkali memakan korban nyawa bukan hanya karena parahnya benturan, atau karena korban tidak memakai alat pengaman diri seperti helm. Korban nyawa juga bisa terjadi karena korban terlambat menerima bantuan atau pertolongan pertama.

Itulah sebabnya mengapa kita perlu membekali diri dengan wawasan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Siapa tahu, pengetahuan ini dapat berguna kelak di kemudian hari.

Dahulukan yang harus didahulukan

Kecelakaan yang terjadi di jalan yang ramai, berpotensi menyebabkan kecelakaan susulan. Saat hendak turun dari kendaraan untuk menghampiri korban, pastikan dulu posisi Anda aman. Jangan sampai Anda menjadi korban kecelakaan yang berikutnya.

Perhatikan laju kendaraan yang datang dari arah kiri dan kanan. Juga hati-hati dengan pecahan kaca yang mungkin melukai diri Anda, serta kemungkinan terjadinya ledakan karena tangki bensin yang bocor. Begitupun jika Anda sedang merokok, matikan dan buang jauh rokok Anda dari lokasi kejadian.

Pertolongan dasar

Pertama yang harus Anda lakukan adalah memanggil polisi di nomor 110 dan ambulans atau pertolongan medis di 118 atau 119. Jelaskan apa yang terjadi, berapa jumlah korban, kondisi korban, dan tentu saja lokasi jelas tempat kejadian. Jika ada korban bayi atau anak-anak, sebutkan itu juga ke petugas yang berwenang. Seringkali, pertolongan dan alat untuk bayi dan anak berbeda dari pertolongan untuk orang dewasa.

Setelah Anda berhasil mendekati korban dengan posisi yang aman, mintalah agar orang-orang yang berkerumun menjauh, agar korban tidak kesulitan mendapat oksigen dan Anda bisa lebih leluasa memeriksa korban.

Periksa apakah orang itu terluka atau cedera. Jangan memindahkan posisinya, karena itu berpotensi memperparah cedera. Berlututlah di samping korban, jangan panik dan bicaralah dengan tenang ke korban. Katakan “Halo” dan sebut nama Anda. Jika dia tidak bereaksi, tepuk bagian tubuhnya yang tidak terluka dengan lembut dan lihat apa kali ini dia bereaksi.

Pastikan korban dalam posisi bisa bernapas. Untuk melakukan ini, letakkan tangan Anda di dahinya, miringkan dan sedikit dorong kepalanya ke belakang dengan sangat lembut. Angkat dagunya dengan dua jari lalu tempatkan pipi Anda di depan mulut korban untuk merasakan apakah ada aliran udara di sana.

Pada saat itu, Anda juga bisa mencoba merasakan ada atau tidaknya aliran napas dengan cara menempatkan jari di bawah hidungnya. Pastikan tangan Anda tidak menyulitkannya menarik oksigen. Lihat juga gerakan dada korban, apakah masih ada gerakan turun naik.

Bagaimana jika korban sudah tidak bernapas?

Jika korban nampak tidak bernapas atau kesulitan bernapas, Anda boleh segera melakukan CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation). Anda tidak pernah atau tidak bisa melakukannya? Jangan lakukan! Tanya ke orang-orang di sekitar Anda, apakah ada yang bisa melakukan CPR.

Periksa pendarahan

Pendarahan adalah penyebab utama kondisi shock yang bisa membahayakan nyawa korban. Jika ada pendarahan, apalagi di kepala atau dada, hentikan atau perlambat laju darah yang keluar, sedapat mungkin.

Gunakan kain yang bersih dan tekan dengan lembut ke bagian tubuh yang pendarahan. Anda juga bisa minta korban menekan sendiri kain itu ke lukanya. Ini akan membantu korban untuk fokus dan sejenak melupakan guncangan emosi yang dialaminya.

JIka korban masih ada di dalam kendaraan, Anda bisa melakukan upaya ini di dalam kendaraan tanpa perlu memindahkan korban ke luar.

Jangan memindahkan korban, kecuali memang diperlukan. Hati-hati dengan cedera di leher, belakang leher atau belakang kepala yang mungkin tidak Anda lihat.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email